Berawal dari sebuah cita-cita luhur pengabdian pada masyarakat, hingga menjadi sebuah kegiatan amal yang Insya Allah bermanfaat. Semua itu tidak lepas dari kerja keras keluarga besar Psikologi UJ yang telah menyelesaikan kegiatan BAKSOS 2011 dengan tema “Psikologi Cerdas”. Ucapan terima kasih tak terkira pada pemuda karang taruna Kepulauan Untung Jawa Muhammad Fadly.
Yang membahagiakan dari kegiatan ini adalah kita -dengan segala kelebihan dan kekurangan- mampu meyelesaikan kegiatan amal di laut lepas untuk pertama kali. Kepulauan Untung Jawa di Kepulauan Seribu menjadi tempat pilihan kegiatan.
Kepulauan Untung Jawa ??
Pulau Untung Jawa adalah salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan Kabupaten Adm.Kepulauan Seribu DKI Jakarta, letaknya di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini telah berumur 6 generasi, pada zaman Belanda, pulau ini bernama Pulau Amiterdam namun setelah pemerintahan Indonesia berkuasa, semua pulau yang berada di Kepulauan Seribu dirubah nama, tak terkecuali Pulau Amiterdam ini.
Perubahan nama pulau menjadi Untung Jawa tidak terjadi begitu saja, tapi memiliki cerita tersendiri. Begini, Sekitar tahun 1930-an, karena kondisi daratan pulau yang abrasi (terkikis oleh air laut), Bek Marah (Lurah pada zaman tersebut di panggil dengan “Bek”) menganjurkan rakyatnya yang tinggal di Pulau Kherkof (sekarang Pulau Kelor) untuk pindah ke Pulau Amiterdam (Untung Jawa).
Perjalanan dengan kapal layar sampailah di Pulau Amiterdam, dan penduduk asli pulau menerima dengan tangan terbuka. Nama asli penduduk Amiterdam tersebut antara lain Cule, Kemple, Derahman, Derahim, Selihun, Sa'adi, Saemin dll, mereka menganjurkan agar segera memilih lahan untuk langsung 'digarap'. Akhirnya Pulau Amiterdam berganti nama menjadi "Pulau Untung Jawa" yang berarti keberuntungan bagi orang orang dari daratan Pulau Jawa saat itu.
Penerimaan dengan tangan terbuka Penduduk Amiterdam terhadap warga Pulau Kherkof atau pendatang ketika itu, ternyata tidak berubah hingga sekarang, khususnya terhadap kami panitia. Sejak kedatangan pertama dan kedua ketika survei hingga acara dilangsungkan sampai selesai, kami merasakan betul penerimaan, keterbukaan, keramahan, dari pihak pemerintahan hingga warga biasa. Hal tersebut menjadi satu keyakinan kegiatan akan selesai dengan sukses. Kebersihan dan kerapihan tata letak menjadi nilai plus daerah yang sejak 2002 menjadi Desa Wisata Nelayan ini.
Hari 1 (6 juli 2011)
Persiapan
Perjalanan dimulai dengan persiapan, pukul 08.00 sudah terlihat beberapa mahasiswa yang datang dan mempersiapkan barang yang akan dibawa. Panitia acara mengecek kembali perlengkapan kebutuhan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kedatangan Ibu kita beserta keluarganya menjadi kehormatan bagi kami khususnya panitia. Setelah mahasiswa kumpul semua dan perlengkapan telah dipersiapkan, akhirnya –bismillah- perjalanan pun dimulai.
Sampai Tujuan & Pembukaan
Setelah perjalanan darat selama 2 jam dan 15 menit perjalanan air, akhirnya kita tiba. Sesampainya ditempat, istirahat sejenak sembari menikmati pemandangan laut dan makan bersama dilakukan. Setelah itu persiapan pembukaan pun dilakukan. Pembukaan dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB di Aula Serba Guna Barat dengan dihadiri oleh Pudek II dan III Ibu Dra. Lidya Indira Mpsi, dan Dra. Essyannera MM, Wakil Lurah Setempat Bapak Drs. Wingga, dan warga setempat serta para mahasiswa.
Dalam sambutan, Bapak Drs. Wingga, selaku perwakilan dari kelurahan mengatakan, bahwa ia dan jajarannya akan dengan senang hati menerima dengan tangan terbuka, dan siap membantu segala macam kegiatan yang sifatnya positif dan membangun. Oleh karena itu ia mendukung sepenuhnya kegiatan ini.
Dalam sambutan, Bapak Drs. Wingga, selaku perwakilan dari kelurahan mengatakan, bahwa ia dan jajarannya akan dengan senang hati menerima dengan tangan terbuka, dan siap membantu segala macam kegiatan yang sifatnya positif dan membangun. Oleh karena itu ia mendukung sepenuhnya kegiatan ini.
Acara dilanjutkan dengan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian dan tindakan pencegahan agar tidak terjadi abrasi. Penanaman ini berlangsung sangat menarik karena dilakukan bersama oleh para dosen, pemerintah setempat, warga sekitar dan mahasiswa. Untuk menanam pun kita harus berbasah-basahan karena dilakukan ketika sore hari pada saat air pasang. Tidak ada yang takut basah, tidak ada yang takut kotor, semua dilakukan dengan senang hati.
Kegiatan penanaman ini dipimpin oleh Bapak Buang, warga setempat yang mengurusi bagian konservasi kepulauan. Selidik punya selidik, ternyata Pak Buang sudah sejak 1980 secara total mengurusi konservasi pulau. Beliau juga tercatat sebagai orang pemerintahan bagian konservasi alam. Beliau salah satu orang besar di dunianya dan beberapa waktu sebelum kedatangan kita, beliau diundang di acara “Satu Jam Lebih Dekat TVONE (dengan Pak Buang)”.
Di penghujung acara pembukaan, semua terlihat basah, kemudian kita semua berfoto bersama sebagai tanda telah selesai acara dihari pertama.
Hari 2 ( 7 juli 2011 )
Sport Event
Setelah melewatkan satu malam, kita pun memulai acara di hari kedua. Hari kedua diadakan pertandingan futsal untuk adik-adik SD dan bola voli untuk pemuda Karang Taruna. Acara dilkaukan di SDN 01 Pagi setempat. Maksud dari acara ini adalah untuk menumbuhkan semangat kerja sama dan kompetitif dengan tetap memegang prinsip sportivitas.
Tampaknya adik-adik SD begitu bersemangat untuk mengikuti, ini ditandai ketika panitia sedang bersiap-siap pada pukul 07.00 WIB, adik-adik sudah berkumpul di lapangan terlebih dahulu, ketika ditanya sejak kapan berada disini, mereka menjawab sudah sejak pukul enam kurang. Bahkan terdapat peserta yang tidak mengikuti karena pendaftaran sudah penuh. Untuk hal terakhir tersebut, akhirnya panitia berinisiatif dengan menambah jumlah pemain di tiap tim.
Sistem pertandingan futsal dan voli dibagi menjadi masing-masing 8 tim dan 6 tim, tiap tim futsal diwakili 5-7 orang dan tiap tim voli diwakili 3 orang. Selain itu sistem gugur dipilih agar dapat menghemat waktu. Ada yang menarik dari pertandingan tersebut, para peserta memilih nama-nama tim tidak biasa dan mengundang senyum. Tercatat di pertandingan futsal terdapat nama tim “Singa Padang Pasir”, tidak segahar namanya, para pemainnya di isi oleh pemain-pemain mungil sampai-sampai rompi yang diberikan panitia untuk menandai perbedaan tim, membuat meraka kesulitan bergerak karena terlalu besar. Lalu ada The Es Campur, dan Tutup Botol. Lain lagi dengan nama tim bola voli, diantaranya adalah “Bubur Rusak, Tulang Ikan, Kotak Amal, dll”. …. dan Tulang ikan akhirnya keluar sebagai juara.
Jam menunjukan pukul 11.30 WIB dan acara selesai. Panitia dan peserta kembali ke tempat masing-masing sembari istirahat dan mempersiapkan acara selanjutnya.
Psychomovie
Setelah menyelesaikan istirahat, bersantai, dan makan siang, acara dilanjutkan dengan Psychomovie, yaitu satu acara nonton film bersama dengan warga setempat kemudian diakhir film akan dibahas oleh pembicara. Film dengan judul “Sang Pemimpi” dipilih karena merepresentasikan keadaan warga setempat, yaitu sebagai orang pulau. Pembicara kali ini adalah Bapak Drs. Rheinatus Beresaby….., yang juga sebenarnya adalah orang pulau, beliau berasal dari Pulau Ambon.
Sang Pemimpi menjelaskan bahwa seseorang perlu memelihara mimpi-mimpi untuk terus berkembang dan menggapai cita-cita. Mimpi tersebut yang akan mengantar seseorang untuk meraih kesuksesan. Tapi tentunya dibarengi dengan usaha yang keras.
Menurut beliau, identitas sebagai orang pulau juga harus dipertahankan seiring dengan datangnya budaya-budaya luar. Kemampuan daya juang yang biasa dimiliki oleh orang pulau menjadi nilai plus untuk individu ketika nantinya “keluar”.
Out Bond
Sebenarnya acara Psychomovie dan Out Bond dilakukan secara bersamaan di tempat yang berbeda. Psychomovie dilakukan di Aula Gedung Kelurahan Kepulauan Untung Jawa, sedangkan Out Bond di SDN 01 Kepulauan Untung Jawa. Meskipun acara dilakukan secara bersamaan tapi tidak memengaruhi keriaan acara.
Keriaan acara Out Bond terlihat ketika peserta yang datang hampir 40 peserta, mereka semua sengaja datang untuk mengikuti acara tersebut. Sebanyak 40 peserta berasal dari berbagai usia dan kebanyakan adik-adik SD dan SMP. Kemudian sebanyak 40 peserta tersebut dibagi mejadi 4 kelompok.
Tidak jauh berbeda dengan sport event, tujuan Out Bond adalah untuk melatih kerja sama antar teman, percaya kepada teman, kemampuan berorganisasi dan memecahkan masalah, serta menumbuhkan jiwa kompetitif dengan tetap memegang prinsip sportivitas. Dalam Out Bond ini panitia memberikan lima permainan yang mewakili tujuan-tujuan tersebut, sebagai berikut :
1. Ular Tangga. Pada permainan pertama ini, setiap peserta di tiap tim harus menutup mata kecuali pemimpin tim. Kemudian mereka berbaris dan harus berjalan diantara dua garis tali yang membentuk jalan kecil, pemimpin tim yang membimbing jalan mereka. Tugas tim adalah menyelesaikan jalan sampai finish dengan diselingi beberapa kali mengambil barang yang berada disekitar kaki. Aturannya adalah tidak boleh menginjak garis, jika menginjak garis peserta harus mundur 3 langkah.
2. Memindahkan Air. Eits bukan sembarang memindahkan air. Di permainan ini peserta harus memindahkan air yang ada di ember ke ember lain dengan menggunakan tali rapia.
3. Karpet terbalik. Ini salah satu permainan terbaru dari pihak panitia Out Bond. Tiap tim harus berdiri di setiap karpet yang telah diberikan panitia, lalu peserta harus membalikkan karpet tersebut tanpa harus keluar dari karpet.
4. Memindahkan Air di Aqua Gelas. Sama halnya dengan permainan kedua, tapi kali ini media yang digunakan adalah aqua gelas dan tali. Peserta akan dibekali dengan aqua gelas yang terikat di kepala, kemudian dengan aqua gelas tersebut peserta harus mengisi wadah yang telah tersedia. Setiap peserta, estafet memberikan air yang ada di aqua gelas ke aqua gelas teman satu tim, sampai ke teman terakhir yang bertugas mengisi wadah.
5. Pramusaji. Permainan ini adalah yang terkhir, tujuannya adalah berlomba. Tiap tim harus mengisi air di wadah sampai penuh dengan menggunakan gelas dan nampan. Namun, peserta harus bolak balik dan menggunakan gaya layaknya pembawaan pramusaji restoran yang melayani pelanggan.
Keriaan, canda, tawa, sedikit friksi dan konflik mewarnai hari kedua kegiatan yang dilakukan hingga matahari pamit di ufuk barat. Setelah seharian beraktifitas, istirahat, bersantai, dan membicarakan kegiatan esok, sembari makan malam bersama di pinggir pantai serta menikmati alam yang indah, terasa begitu menyenangkan dan membahagiakan di malam terakhir tersebut.
Hari 3 ( 8 Juli 2011)
Seminar dan Penutupan
Di hari terakhir ini seminar dan penutupan akan dilakukan. Seminar sedianya akan dilakukan dua kali dengan dua tema, tapi karena keterbatasan waktu akhirnya dilaksanakan bersamaan di satu waktu. Tema pada seminar kali ini yaitu “Hidup Bermakna di Usia Lanjut dan Pentingnya Peran Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak” dengan pembicara Ibu Dra. Lidya Indira Mpsi, dan Dra. Essiyannera MM.
Sama seperti setiap periode lainnya dalam rentang kehidupan seseorang, usia lanjut ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. Efek-efek tersebut menentukan, sampai sejauh tertentu, apakah pria dan wanita usia lanjut akan melakukan penyesuaiandiri secara baik atau buruk. Akan tetapi cirri-ciri usia lanjut cenderung menuju dan membawa penyesuaian diri yang buruk dari pada yang baik dan kepada kesengsaraan dari pada kebahagiaan.
Dra. Lidya Indira Mpsi, dan Dra. Essiyannera MM mengatakan, tidak perlu menjadi resah dengan keadaan memasuki usia lanjut, karena itu sudah pasti akan dilalui setiap manusia, juga tidak perlu merasa tidak berguna, kegiatan keagamaan, dan megurusi tanaman adalah beberapa kegiatan yang mampu memberikan makna ketika usia lanjut.
Selama hampir 2 (dua) jam seminar diadakan, acara pun selesai dan ditutup oleh salah satu staff pemerintahan Kepulauan Untung Jawa.
Meskipun sudah ditutup masih ada satu lagi acara, yaitu pembagian hadiah. Acara yang ditunggu-tunggu oleh adik-adik SD, SMP, dan Karang Taruna pun tiba. Sebanyak lebih kurang 40 orang peserta, memasuki Gedung Aula Kantor Lurah Kepulauan Untung Jawa. Senyum, tawa, nyanyian, keriaan mewarnai proses pembagian hadiah, Atikah dan April menjadi orang yang paling sibuk.
Selanjutnya acara pun selesai satu jam sebelum shalat jumat. Setelah selesai shalat jumat jalan-jalan, memanjakan mata dengan keindahan laut dan Pulau Rambut, makan siang bersama lagi di pinggir pantai, foto-foto bersama, berbincang, bercanda, menikmati keindahan bawah laut, adalah momen-momen terakhir yang mempererat persaudaraan keluarga besar Psikologi UJ di acara BAKSOS 2011 Kepulauan Untung Jawa.
Pukul 15.00 WIB waktunya packing untuk segera menuju kota dan rumah masing-masing, dan pada jam 5 (lima) sore akhirnya kita benar-benar meninggalkan Pulau Untung Jawa. Semoga keriaan, kesusahan, dan segala hal yang telah dilalui dalam proses BAKSOS 2011 Kepulauan Untung Jawa, membuat kita semua menjadi lebih kuat sebagai sebuah keluarga. Semoga apa yang kita lakukan bermanfaat. Small is Beautiful. Salam Satu Psikologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar